Home » , » TAUFIK HIDAYAT

TAUFIK HIDAYAT

Written By adek on Sabtu, 16 Juni 2012 | 05.54

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah turnamen olahraga dunia sering kali tak lepas dari mitos atau kepercayaan terhadap hal-hal klenik yang kadang nyata terjadi dan ikut mengiringi perjalanan kompetisi tersebut. Hal ini pula mungkin yang bisa kita cermati dari perhelatan ajang bulu tangkis bergengsi Djarum Indonesia Open. Adalah nomor tunggal putra yang ternyata memiliki catatan unik, di mana dalam periode waktu 4 tahun sekali sektor ini pasti melahirkan sang juara pebulu tangkis Indonesia. Terhitung sejak 1984, ketika Lius Pongoh berhasil menjadi yang terbaik di Istora kala itu. Lalu disusul oleh Icuk Sugiarto yang sukses pada 1988 di tempat yang sama. Saat perhelatan Indonesia Open digelar di Semarang, giliran Ardy B Wiranata memboyong juara tahun 1992. Publik Kota Medan tak ketinggalan untuk menyaksikan torehan gelar tunggal putra ini oleh Joko Supriyanto episode 1996. Memasuki era milennium baru, akhirnya Taufik Hidayat mampu mencuri perhatian Ibu Kota dengan berlenggang di Tennis Indoor Senayan tahun 2000 dan 2004. Seolah tak mau kalah dengan Taufik, Sony Dwi Kuncoro menjadikan edisi 2008 sebagai arena yang dikuasainya. Kini, setelah 3 tahun penantian tanpa gelar, akankah siklus manis tunggal putra Tanah Air itu berlanjut pada Djarum Indonesia Open Super Series Premier tahun 2012 ini? Kita nantikan saja.
Share this article :

Posting Komentar