WOOW EKONOMI NEWS

More on this category »

Entertainment

More on this category »

NASIONAL

More on this category »
woownetwork. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Olahraga Indonesia Jangan Dicampuri Kepentingan Politik!

Written By adek on Sabtu, 16 Juni 2012 | 06.05

JAKARTA, Kompas.com - Ketua Indonesian Olympic Association (IOA) Purnomo mengatakan, dunia olahraga Indonesia jangan dicampuri kepentingan politik di dalam kepengurusannya.

"Saya bilang kepada bos-bos di atas, jangan campuri olahraga dengan politik. Di olahraga itu, A dikatakan A, B dikatakan B, satu ditambah satu itu dua, ada menang dan ada kalah. Setelah kalah, bersalaman dan selesai dengan tidak ada dendam. Kalau ingin maju, biarkanlah dunia olahraga berjalan seperti apa adanya," kata Purnomo, dalam acara Indonesia Menuju London 2012 Olympic Games, di Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Purnomo sangat menyayangkan tindakan sejumlah oknum yang menggunakan olahraga sebagai kendaraan politik.

"Kita punya banyak orang pintar di bidang olahraga. Orang yang tidak ahli di bidang olahraga sebaiknya jangan masuk ke sana. Sekarang terbalik situasinya, politikus jadi manajer, bahkan ada yang turun membawa obor olimpiade," kata Purnomo.

Salah satu yang menjadi perhatian Purnomo adalah muatan politik sudah masuk ke kepengurusan sejumlah induk cabang olahraga Indonesia sehingga tidak jarang terjadi polemik di dalam tubuh organisasi tersebut. Hal itu sangat berdampak terhadap perkembangan prestasi atlet ke depannya.

"Ibarat dalam berumah-tangga, rumah tangga yang cerai berai itu pasti akan berpengaruh ke anak-anaknya juga. Hal itu sama dengan organisasi. Kalau di atasnya ribut terus, akan berdampak ke atletnya," kata mantan sprinter andalan Indonesia untuk nomor 100 meter tersebut.

Purnomo mengatakan, tanggung jawab utama pemerintah di bidang olahraga adalah menyediakan dana dan menentukan kebijakan. Sementara masing-masing cabang olahraga sudah mempunyai aturan internasional yang tidak boleh diintervensi.

"Untuk masalah prestasi, sebaiknya diserahkan kepada orang-orang yang berkompeten di bidang olahraga.... Mereka jika disuruh bekerja di bidang olahraga pasti berusaha semaksimal mungkin, dan ibaratnya tidak dibayar juga mereka mau," kata Purnomo.

"Kita mempunyai banyak profesor di bidang olahraga, namun banyak juga yang tidak terpakai karena kalah dengan orang politik," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan atlet renang Indonesia Richard Sam Bera memandang intrik yang terjadi di kepengurusan sejumlah induk cabang olahraga telah membuat arah organisasi melenceng dari tujuan utama yaitu mengembangkan olahraga nasional.

"Mudah-mudahan posisi penting di organisasi olahraga bisa ditempati oleh orang yang berkompeten supaya mereka bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan olahraga nasional, dan apapun yang dipolitisir itu akan rusak nantinya," kata Richard.

Hal serupa juga diungkapkan oleh legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki. Dia mengatakan, dunia olahraga sangat terbuka terhadap masukan dan kritik untuk membangun, tetapi dibutuhkan pula sosok yang mempunyai kapasitas kepemimpinan dan manajemen yang baik guna membangun sistem yang baik untuk membangun prestasi olahraga nasional.

"Sudah waktunya mencari pemimpin yang tepat, dalam arti, olahraga adalah darah dagingnya," kata Yayuk

TAUFIK HIDAYAT

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah turnamen olahraga dunia sering kali tak lepas dari mitos atau kepercayaan terhadap hal-hal klenik yang kadang nyata terjadi dan ikut mengiringi perjalanan kompetisi tersebut. Hal ini pula mungkin yang bisa kita cermati dari perhelatan ajang bulu tangkis bergengsi Djarum Indonesia Open. Adalah nomor tunggal putra yang ternyata memiliki catatan unik, di mana dalam periode waktu 4 tahun sekali sektor ini pasti melahirkan sang juara pebulu tangkis Indonesia. Terhitung sejak 1984, ketika Lius Pongoh berhasil menjadi yang terbaik di Istora kala itu. Lalu disusul oleh Icuk Sugiarto yang sukses pada 1988 di tempat yang sama. Saat perhelatan Indonesia Open digelar di Semarang, giliran Ardy B Wiranata memboyong juara tahun 1992. Publik Kota Medan tak ketinggalan untuk menyaksikan torehan gelar tunggal putra ini oleh Joko Supriyanto episode 1996. Memasuki era milennium baru, akhirnya Taufik Hidayat mampu mencuri perhatian Ibu Kota dengan berlenggang di Tennis Indoor Senayan tahun 2000 dan 2004. Seolah tak mau kalah dengan Taufik, Sony Dwi Kuncoro menjadikan edisi 2008 sebagai arena yang dikuasainya. Kini, setelah 3 tahun penantian tanpa gelar, akankah siklus manis tunggal putra Tanah Air itu berlanjut pada Djarum Indonesia Open Super Series Premier tahun 2012 ini? Kita nantikan saja.

Tanda-tanda Resesi Ekonomi Mulai Terlihat di Banyak Tempat

Written By adek on Jumat, 15 Juni 2012 | 04.25

Jakarta - Apakah dunia sudah masuk resesi global, hanya saja kita belum menyadarinya? Berharap saja tidak, tapi tanda-tanda peringatan sudah kelihatan di mana-mana. Ekonomi Uni Eropa kembali terpuruk. Ketidakpastian politik Yunani mungkin bisa memaksa mereka keluar dari Uni Eropa. Simpanan di bank-bank Yunani terus ditarik keluar dan pembekuan kredit di Eropa bukan tak mungkin akan terjadi. Sementara negara ekonomi berkembang seperti China, India dan Brazil mulai terseok-seok. Sementara di Amerika, mantan ahli strategi Clinton, James Carville dan Stan Greenberg mengirim memo untuk Presiden Obama. Isinya, pemberitahuan bahwa pesan kampanyenya tentang kemajuan pemulihan yang lambat dan stagnan tidak menyentuh seluruh rakyat AS. Pernyataan Obama bahwa 'sektor swasta baik-baik saja' hanya sebagian dan tidak mengena dengan realita ekonomi yang sesungguhnya. Kenyataannya sungguh tidak baik, coba lihat analisa dari CNBC (15/6/2012) berikut ini: Pertumbuhan lapangan kerja menurun drastis dalam tiga bulan terakhir. Penjualan ritel dan order pabrik turun dua bulan berturut-turut. Pendapatan sektor riil datar. Kekayaan rumah tangga anjlok lebih jauh dibandingkan saat properti kolaps, turun hampir 40% dalam tiga tahun terakhir. GDP AS hanya mencapai 1,9% di triwulan pertama 2012. Nyaris semua ekonom terkemuka Wall Street mengurangi perkiraan triwulan kedua mereka menjadi 2% bahkan kurang. Ini kunci utamanya: pertumbuhan 2% bukanlah pemulihan. Banyak ekonom yang malah menyebutnya sebagai resesi pertumbuhan. Ketika mencapai level serendah itu, hanya sedikit margin untuk kesalahan. Kejutan dari Eropa, penjualan inventori di AS atau kejadian tak terduga apa pun bisa menjebloskan AS kembali ke teritori resesi ganda. Jadi, apa pertolongan terakhir untuk AS? Penjualan bisnis dan laba masih cukup tinggi, namun profit yang diukur dari GDP jatuh di triwulan pertama. Inilah yang harus diawasi. Apalagi, sebuah polling IBD terbaru menunjukkan jumlah rumah tangga dengan setidaknya satu orang mencari kerja mencapai 23%. Ini setara dengan 30 juta orang yang mencari kerja. Apalagi rata-rata laju pertumbuhan hanya separuh dibandingkan pasca pemulihan Perang Dunia II. Hanya ada dua alasan utama memburuknya ekonomi baru-baru ini. Pertama, dampak dari kenaikan inflasi yang cukup tajam, hampir 10% dari nilai tukar relatif dolar terhadap euro. Ini berpengaruh terhadap deflasi ekonomi, di mana impor dan harga produsen baru-baru ini berubah negatif. Sisi baik dari deflasi komoditas adalah, harga minyak dan gas retail turun jauh. Sisi buruknya, manufaktur mungkin menahan produksinya dan debitur harus berjuang mati-matian keluar dari lubang yang lebih dalam. Alasan kedua memburuknya ekonomi AS adalah kuatnya dolar AS tidak diiringi dengan tingkat pajak yang lebih rendah. Model pertumbuhan sisi persediaan yang asli meminta dolar kuat dan pajak lebih rendah. Sementara model yang dulu adalah menjaga kestabilan harga-harga dan kemudian menyediakan insentif pertumbuhan segar. Tapi bukannya mempermudah, pajak malah naik gila-gilaan. Masalah besar, model salah, anti pertumbuhan. Seiring pemotongan pajak era Bush kadaluwarsa di akhir tahun, demikian juga pemotongan pajak penghasilan sementara dan tambahan pajak minimum alternatif. Menurut perkiraan, sekitar US$ 400 miliar tunai akan keluar pada 2013, seiring dengan kemunduran insentif berorientasi pertumbuhan dan tingkat pajak marjinal. Sulit untuk mengukurnya, tapi ada kemungkinan rencana penerimaan kerja dan ekspektasi belanja konsumen ditahan dulu hingga masyarakat bisa memperkirakan kebijakan pajak di masa depan. Inilah mengapa permasalahan pajak harus segera diselesaikan segera. Jika pemotongan pajak diperpanjang lebih cepat, ekonomi mungkin bisa pulih lebih cepat dari yang masyarakat pikirkan. Namun jubir White House John Boehner mengatakan, dia sudah siap bicara dengan Presiden Obama hanya saja tidak tersambung. Ketika Republikan White House mengharapkan bisa meloloskan perpanjangan pemotongan pajak bulan depan, hal itu tidak akan terjadi tanpa dukungan dari White House. Sayangnya, presiden masih terus bicara tentang kenaikan pajak untuk orang-orang kaya. Seharusnya Obama coba mendengar Bill Clinton yang ngotot memperjuangkan pemotongan pajak penuh untuk menghentikan resesi. Jika dia menunggu hingga pemilu selesai baru membuat keputusan tentang pajak, mungkin AS akan menghadapi ketidakpastian dan kekacauan yang semakin mendekatkan mereka pada resesi.

Dubes Malaysia Persilahkan KPK Proses Hukum Warganya

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan, mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi memproses hukum dua warga negara Malaysia yang ditetapkan sebagai tersangka. Kedua warga negara Malaysia tersebut adalah R. Azmi Bin Muhamad Yusof dan Mohamad Hasan Bin Khusi. "Kalau ada kesalahan hukum di Indonesia, silahkan, kita akan coba melihat bagaimana pendampingan hukum, kalau mereka minta dibela," kata Dato dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Hadir pula dalam jumpa pers tersebut, Ketua KPK Abraham Samad, Deputi Penindakan Iswan Helmi, dan Juru Bicara KPK, Johan Budi. Dato menjelaskan, kedua warga negara Malaysia yang menjadi tersangka itu bukanlah penasehat kerajaan Malaysia maupun pegawai kerajaan. Ia juga berjanji memberi akses KPK untuk menuntaskan proses hukum terhadap dua pria tersebut. KPK menetapkan R. Azmi Bin Muhamad Yusof dan Mohamad Hasan Bin Khusi sebagai tersangka atas dugaan mencegah atau merintangi proses penyidikan perkara Neneng dengan membantu yang bersangkutan selama buron. "Pimpinan KPK berdasarkan bukti-bukti yang ada sudah menetapkan status dua warga negara tetangga kita tersebut sebagai tersangka," kata Deputi Penindakan KPK, Iswan Helmi. Menurut Iswan, penetapan keduanya sebagai tersangka didasarkan pada alat bukti yang cukup. KPK memeriksa keduanya sejak tertangkap kemarin sore. Salah satu dari mereka di tangkap di kawasan Senen sedangkan seorang lagi ditangkap saat hendak menuju Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, tempat suami Neneng, Muhammad Nazaruddin ditahan

Health